Connect with us

Melestarikan Tradisi Itu Penting

Melestarikan Tradisi Itu Penting

Sangatta

Melestarikan Tradisi Itu Penting

SANGATTA, Melestarikan Tradisi Itu Penting – Tradisi adalah identitas sebuah bangsa yang memiliki beragam budaya.

Salah satunya adalah syukuran sebagai wujud syukur dan berbagi terhadap sesama merupakan inti dari rasa syukur tersebut.

Dikutim dari laman Wikipedia.com, Slametan berasal dari kata slamet (Arab: salamah) yang berarti selamat, bahagia, sentausa.

Selamat dapat dimaknai sebagai keadaan lepas dari insiden-insiden yang tidak dikehendaki. Sementara itu, Clifford Geertz slamet berarti ora ana apa-apa (tidak ada apa-apa)

Upacara slametan merupakan salah satu tradisi yang dianggap dapat menjauhkan diri dari mala petaka.

Slametan adalah konsep universal yang di setiap tempat pasti ada dengan nama yang berbeda.

Hal ini karena kesadaran akan diri yang lemah di hadapan kekuatan-kekuatan di luar diri manusia.

Kali ini, pojokkutim.my.id akan membahas banyak tentang tradisi yang ada di Indonesia. Simak sampai akhir untuk mengetahuinya.

Melestarikan Tradisi Itu Penting

Melestarikan Tradisi Itu Penting Tasyakuran atau Selamatan biasanya dilakukan seperti acara kelahiran, kematian,pernikahan, pindah rumah, dan sebagainya.

Selamatan adalah upacara doa bersama dengan seorang pemimpin atau modin yang kemudian diteruskan dengan makan-makan bersama sekadarnya dengan tujuan untuk mendapatkan keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.

Bukan cuma selamatan yang menjadi tradisi bangsa kita, masih banyak hal yang ada disekitar kita.

Nasi Tumpeng pun adalah sebuah tradisi yang ada didalam ritual tasyakuran. Lalu apa itu Nasi Tumpeng? Simak penjelasannya berikut ini;

Arti kata Tumpeng

Melestarikan Tradisi Tumpeng merupakan singkatan dari kalimat Bahasa Jawa ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti ‘ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat’.

Tak heran jika nasi tumpeng dari dulu hingga saat ini sering dijadikan hidangan dalam suatu perayaan yang memiliki makna ucapan syukur ataupun kebahagiaan.

Baca juga:  Libur Panjang 1 Muharram 1442 H

Sebab, makna tumpeng sendiri adalah baik, yakni ketika terlahir manusia harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, yakin, fokus, dan tidak mudah putus asa.

Umumnya, proses pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng diawali dengan mengucapkan rasa syukur.

Selanjutnya nasi tumpeng dipotong dan diserahkan untuk orang yang dihormati sebagai wujud penghormatan, barulah setelah itu nasi tumpeng disantap bersama-sama.

Upacara potong tumpeng ini melambangkan rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus ungkapan atau ajaran hidup mengenai kebersamaan dan kerukunan.

Asal Usul

Pada awalnya, nasi tumpeng dibuat untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para arwah leluhur (nenek moyang).

Sebab tumpeng erat kaitannya dengan keadaan alam Indonesia yang banyak dipenuhi gunung berapi.

Kehadiran nasi tumpeng yakni sebagai perwujudan rasa terima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bentuk kerucut merepresentasikan konsep ketuhanan dengan sesuatu yang besar dan tinggi, dan berada di puncak.

Selain itu, bentuk yang menjulang ke atas juga menyimbolkan harapan agar tingkat kehidupan manusia semakin ‘tinggi’ atau sejahtera.

Nasi kerucut ditata di atas tampah yang beralaskan daun pisang, disertai lauk-pauk berjumlah tujuh macam.

Angka tujuh dalam bahasa Jawa berarti pitu yang berarti pitulungan (pertolongan).

Makna

1. Nasi putih

Dahulu, nasi tumpeng dibuat dari nasi putih.

Sementara saat ini tumpeng sudah memiliki variasi tertentu, mulai dari nasi uduk hingga nasi kuning.

Nasi putih yang berbentuk kerucut melambangkan sesuatu yang kita makan harusnya berasal dari sumber yang bersih dan halal.

2. Ayam

Ayam yang biasa digunakan pada nasi tumpeng adalah ayam jantan atau ayam jago.

Pemilihan ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk ayam jago, seperti sombong, congkak, selalu menyela ketika berbicara, dan selalu merasa benar sendiri.

Baca juga:  2 Anggota PPS Sangatta Utara Ditangguhkan Penahanannya, dikarenakan sedang hamil

3. Ikan Lele

Tak hanya ayam, sebenarnya nasi tumpeng juga dilengkapi dengan ikan lele.

Ikan lele menjadi simbol dari ketabahan dan keuletan dalam hidup.

Sebab ikan lele mampu bertahan hidup di air yang tidak mengalir dan di dasar sungai.

4. Ikan teri

Ikan teri juga biasa disajikan dalam hidangan nasi tumpeng.

Ikan teri dalam nasi tumpeng memiliki makna kebersamaan dan kerukunan, sebab ikan teri selalu hidup bergerombol di dalam laut.

5. Telur

Telur juga menjadi lauk pauk penting dan memiliki makna yang dalam pada nasi tumpeng.

Telur menjadi perlambang jika manusia diciptakan dengan fitrah yang sama.

Telur yang biasa digunakan biasanya telur rebus yang dipindang dan disajikan utuh dengan kulitnya.

Hal ini melambangkan, bahwa semua tindakan harus direncanakan terlebih dahulu (dikupas), dikerjakan sesuai rencana dan dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

6. Sayur Urab

Sayur urab biasanya terdiri dari kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, dengan bumbu urab yang terbuat dari sambal parutan kelapa.

Sayuran ini melambangkan banyak makna, kangkung berarti jinangkung yang berarti melindungi.

Bayam dapat diartikan dengan ayem tentrem.

Taoge atau kecambah berarti tumbuh.

Kacang panjang dapat diartikan sebagai pemikiran yang jauh ke depan.

Sedangkan bawang merah berarti mempertimbangan segala sesuatu dengan matang.

Terakhir adalah bumbu urap yang berarti urip atau hidup atau mampu menghidupi (menafkahi) keluarga.

7. Cabe Merah

Hiasan cabe merah yang berbentuk kelopak bunga ini biasanya diletakkan di bagian atas nasi tumpeng.

Hiasan cabe melembangkan api yang memberikan penerangan bermanfaat bagi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sangatta

To Top